Edukasi Keprofesionalan Konseling Dari Dosen Ke Guru BK
[K3119005] [Afrizal Arif Rahman]
Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
[https://bk.fkip.uns.ac.id][https://fkip.uns.ac.id]Universitas Sebelas Maret [https://uns.ac.id]
A. Latar Belakang
Bimbingan dan Konseling adalah suatu proses untuk memandirikan konseli dalam menghadapi masalahnya dengan dibimbing oleh konselor yang berkompeten. Dalam proses konseling seorang konselor harus memiliki etika, kemampuan yang kompeten. Pada kesempatan kali ini Dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Sebelas Maret pada Selasa (18/6) menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi para Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang ada di Kota Surakarta. Dalam kegiatan ini diketuai oleh Bapak Agus Tri Susilo, M.Pd. , dalam kegiatan ini beliau memberikan informasi serta suatu pengertian mengenai Bimbingan dan Konseling pada realita khususnya dilingkungan sekolah SMP dan SMA. Beliau menyampaikan bahwa Guru Bimbingan dan Konseling kurang memiliki Kompetensi dalam menyelesaikan masalah peserta didik yang berhubungan dengan krisis dan traumatik mendalam, hal ini beliau sampaikan berdasarkan analisis. Krisis dan Traumatik mendalam ini yang kadang tidak terlalu dihiraukan. Padahal ketraumatikan ini sangat mempengaruhi kehidupan lanjut peserta didik kelak. Hal inilah yang seharusnya lebih diperhatikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling yang ada dilingkup sekolah setingkat SMP dan SMA. Dalam artikel http://bk.fkip.uns.ac.id/2019/10/26/dosen-bk-uns-lakukan-pelatihan-konseling-traumatik-bagi-guru-bk-smp-dan-sma-di-surakarta/ menjelaskan teori-teori untuk bisa mengatasi krisis dan ketraumatikan peserta didik tersebut serta memberikan edukasi pelatihan kepada Guru Bimbingan dan Konseling SMP dan SMA yang ada di Surakarta.
B. Tujuan
Tujuan ditulisnya artikel http://bk.fkip.uns.ac.id/2019/10/26/dosen-bk-uns-lakukan-pelatihan-konseling-traumatik-bagi-guru-bk-smp-dan-sma-di-surakarta/ ini adalah untuk memberikan informasi kepada Guru Bimbingan dan Konseling serta calon Guru Bimbingan dan Konseling agar bisa mengenali permasalah konseli atau peserta didik lebih mendetail. Serta memberikan Pemahaman kepada Guru Bimbingan dan Konseling dalam mengatasi problematika peserta didik agar lebih kompeten.
C. Pembahasan
Dalam artikel http://bk.fkip.uns.ac.id/2019/10/26/dosen-bk-uns-lakukan-pelatihan-konseling-traumatik-bagi-guru-bk-smp-dan-sma-di-surakarta/ dijelaskan Secara keseluruhan tahapan-tahapan konseling traumatik yaitu: (1) tahap awal konseling; (2) tahap kerja; dan (3) tahap akhir konseling. Proses-proses tersebut memiliki tujuan agar peserta didik mampu berfikir realitis bahwa krisis dan traumatik adalah bagian dari kehidupan, paham dengan peristiwa yang dapat menimbulkan trauma, memahami serta menerima perasaan yang berhubungan dengan kondisi trauma dan mempelajari keterampilan atau skill baru untuk mengatasi maupun mengurangi trauma. Kegiatan pelatihan ini menggunakan KOMIK EL-BIO yaitu layanan konseling traumatik dengan electronic-bibliocounseling atau proses dinamika hubungan antara kepribadian individu dengan buku atau literatur, hal tersebut bisa memicu kemandirian peserta didik dalam mengatasi problematika kehidupannya.Materi yang diajarkan antara lain Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama saat terjadi peristiwa krisis dan traumatik. Materi selanjutnya disampaikan oleh tim pengabdian yaitu tentang Electronic-Bibliocounseling, Insight Photo Therapy, Impact Counseling dan Narrative counseling. Selanjutnya Guru Bimbingan dan Konseling diminta untuk bisa mengimplementasikan materi yang telah diberikan oleh instruktur.
D. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan dalam artikel http://bk.fkip.uns.ac.id/2019/10/26/dosen-bk-uns-lakukan-pelatihan-konseling-traumatik-bagi-guru-bk-smp-dan-sma-di-surakarta/ ini adalah Kepedulian terhadap peningkatan kompetensi Keprofesionalan seorang Guru Bimbingan dan Konseling khususnya dilingkungan SMP dan SMA, serta pada masyarakat pada umumnya. Kegiatan ini juga sebagai jawaban atas tantangan bagi Guru Bimbingan dan Konseling dalam pelaksanaan brief counseling. Hal ini juga untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling yang mana kurang dipedulikan pada waktu sebelumnya.
Sumber Review :
Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar